Wednesday, January 13, 2010

Sudah Saatnya Investasi Apartemen

Antique, Anda Nurlaila

VIVAnews - Properti jenis kondominium, perkantoran dan ritel layak digunakan sebagai investasi. Pasalnya, tingkat kapitalisasi yang diperoleh lebih cepat dengan pengembalian per tahun lebih tinggi.

Pakar Properti Panangian Simanungkalit memaparkan, jenis properti apartemen dan residensial memiliki tingkat kapitalisasi (capitalization rate) lebih cepat dan jaminan imbal hasil investasi pada kategori terus meningkat (sunrise).


"Beberapa pengamatan memperlihatkan imbal hasil (yield) sewa apartemen dan kondominium mencapai 10 hingga 11 persen," katanya pada Seminar Smart Investment in Financial Crisis di Marketing Gallery Rasuna Epicentrum Kuningan Jakarta, Rabu malam, 11 Maret 2009.

Dia menambahkan, dari hasil pengamatan pada beberapa jenis properti, nilai imbal hasil sewa rumah menurun berkisar 3 hingga 5. Namun, untuk ritel seperti kios/toko imbal hasil sewa mencapai 5 hingga 9 persen, perkantoran sebesar 7 hingga 10 persen, serta imbal hasil apartemen dan kondominium mencapai 8 sampai 12 persen.

Peningkatan nilai properti, kata Panangian, misalnya diperlihatkan PT Bakrieland Development Tbk dengan imbal hasil 8 hingga 9 persen dalam 11 tahun. "Harga pada peluncuran awal sebesar Rp 2,3 juta/meter persegi tapi sekarang Rp 11 juta/meter persegi atau naik 13 persen. Artinya, properti ini termasuk kategori properti dengan sunrise," tuturnya.

Dia menilai, properti di Indonesia masih sangat terbuka dan memberikan hasil yang menguntungkan, sehingga sebenarnya tidak ada alasan bagi pengembang untuk menunda pembangunan atau investor yang ingin berinvestasi.

Namun, Panangian mengakui, mengenai besarnya suplai yang ada tahun ini tergantung pada lokasi dan jenis suplainya. Jika, suplai properti sejenis yang bertambah di pasaran akan terus menekan harga. "Tapi yang paling penting adalah lokasi. Kalau lokasi strategis akan tetap menarik," ujarnya.

Dia mengatakan, pengembang yang menahan diri dan menunda membangun proyeknya kemungkinannya bisa saja akibat pesimistis melihat pasar atau terbentur masalah keuangan.

Bahkan, bagi perusahaan yang tergantung kepada perbankan, juga agak sulit karena masih tingginya suku bunga. Namun, bagi perusahaan terbuka dan yang memiliki dana, tidak akan menemukan masalah. "Kalau melihat visi jangka panjang, proyek properti akan booming kembali dalam tiga empat tahun," kata Panangian.

Panangian menuturkan, perbankan yang menurunkan suku bunga mengikuti penurunan suku bunga acuan (BI rate) menjadi sangat penting untuk menyadari jumlah kebutuhan properti yang masih sangat besar.

Selain itu, suku bunga yang terjangkau konsumen diperkirakan turut meningkatkan jumlah kredit konstruksi maupun Kredit Pemilikan Rumah (KPR). "Siapa (bank) yang berhasil menurunkan suku bunganya lebih dahulu akan memperoleh keuntungan besar," ujar Panangian.
• VIVAnews

Baca Selengkapnya disini ....

Progress pembangunan apartemen menara latumenten sudah mencapai lantai 2

mantab bos... lagi kerja nih....


nih dari pintu masuk ruko latumenten indah... depan nya persis kantor pemasaran.


wew :)


tuh kan tiga roda.


ayo siapa lagi yang mau pesan. cepat sebelum kehabisan
hub: rio (021 9270 3787 / 089 8871 3234)




Baca Selengkapnya disini ....

Apartemen Jadi Tren Perumahan Bekasi

(Vibiznews - Property)- Apartemen dan rumah susun akan menjadi tren perumahan di Kota Bekasi dalam beberapa tahun mendatang sejalan dengan keinginan warga memiliki rumah di dekat kota serta akses yang mudah ke mana-mana.

Anthoni Rahardjo, salah seorang pengembang apartemen di Kota Bekasi mengatakan Minggu, kawasan Bekasi Selatan yang menjadi sentra perdagangan dan jasa merupakan lokasi yang paling diminati untuk pembangunan dan pemasaran apartemen.


"Kalau perumahan konvensional di lokasi tersebut harganya sudah sangat mahal seperti yang berlokasi di Kemang Pratama dan Taman Galaxy sementara animo warga tinggal di Bekasi Selatan tetap tinggi," ujar pengembang dari PT. Gayaland Prokencana yang kini tengah membangun apartemen Mutiara berlantai 20 di depan pusat bisnis Kota Bekasi itu.

Tidak jauh dari lokasi apartemen tersebut juga tengah dibangun apartemen 20 lantai dengan empat tower oleh Perumnas bekerjasama dengan swasta. Apartemen bersubsidi bagi eksekutif tersebut juga sangat diminati.

Anthoni mengatakan, di apartemen yang dibangun sebanyak 830 unit tersebut kini 80 persen sudah terjual meski kegiatan pembangunannya baru sampai lantai tujuh.

"Pada Juni 2010 apartemen ini sudah selesai dan siap huni. Kita optimis dalam waktu dekat seluruh unit akan terjual habis," ujarnya.

Untuk kawasan ke Bekasi Timur tren apartemen mungkin akan marak 10 tahun ke depan disebabkan pertumbuhan ekonomi dan bisnis di kawasan itu belum sepesat di Bekasi Selatan.

Ketua komisi B DPRD Kota Bekasi, Ronny Hermawan mengatakan, Bekasi sebagai kota pinggiran penyangga kini makin kekurangan lahan sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan pesatnya pembangunan.

Dampak dari makin terbatasnya lahan itu, bermunculannya rumah susun dan bahkan apartemen yang minim lahan tapi mampu menyediakan ruang bagi banyak orang.

"Hampir seluruh kota besar di dunia sekarang cenderungan membangun rumah susun, apartemen dan gedung bertingkat untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan Kota Bekasi mulai mengarah ke sana," ujarnya.

Ia menyatakan, pemerintah kota harus menyiapkan perangkat aturan daerah dalam menghadapi kecenderungan pembangunan rumah susun dan apartemen agar tidak menimbulkan berbagai dampak yang merugikan masyarakat.

Yang sangat diperlukan, menurut politisi dari Partai Demokrat itu adalah analisa mengenai dampak lalulintas, lingkungan serta ketersediaan ruang terbuka hijau, sarana penunjang serta pemakaman.

(mg/MG/ant)

Baca Selengkapnya disini ....

Monday, January 11, 2010

Harga Properti Akan Naik 15-20 Persen

Kamis, 07 Januari 2010 12:20 WIB

(Vibiznews-Property) Harga jual properti di dalam negeri khususnya di Sumatera Utara (Sumut) diperkiikan naik 15 hingga 20 persen menyusul meningkatnya permintaan.

"Kenaikan harga rumah diperkirakan sudah terjadi sejak triwulan II tahun 2010. Kenaikan harga terjadi untuk setiap tipe," kata pengembang di Sumut, Tomi Wistan, di Medan, Kamis.



Kenaikan harga jual properti tahun ini cenderung dipicu oleh permintaan yang mulai membaik, selain ada faktor lain seperti siklus harga yang sudah beberapa tahun terakhir ini harga jual tidak naik maupun kenaikan bahan bangunan seperti besi.

Harga besi misalnya sudah Rp7.000 per kg setelah sebelumnya anjlok tinggal Rp6.500 per kg dari Rp11.500 menyusul banyaknya masuk produk China

Direktur PT Asa Bisnis Center itu, menjelaskan, permintaan rumah yang meningkat itu sendiri dipicu oleh investasi yang dinilai pemodal kurang menarik lagi seperti di pasar saham, valas maupun emas.

"Properti dianggap menjadi instrumen investasi yang lebih menjanjikan tahun ini," katanya.

Apalagi, kata Tomi, suku bunga kredit perumahan tren menurun akibat BI Rate yang juga melemah.

Meski ada kenaikan, BI Rate diperkirakan tidak lagi mencapai angka 9,25 persen setelah dewasa ini turun tinggal 6,25 persen.

"Suku bunga KPR (kredit pemilikan rumah,red) yang berkisar 7,5 -11,5 persen dewasa ini dinilai relatif murah," kata Tomi yang juga menjabat Ketua Kadin Serdang Bedagai, Sumut itu.

Pengamat ekonomi Sumut, Jhon Tafbu Ritonga, menyebutkan, sebagian besar masyarakat memang memilih investasi di properti karena selain dinilai lebih aman juga nilai jualnya pasti naik setiap tahun.

Apalagi, kata Jhon yang Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) itu, kebutuhan rumah masih tinggi.

"Lihat saja, penjualan rumah tetap laku dan naiknya terus harga sewa rumah. Kenaikan harga sewa rumah pun sering menjadi pemicu inflasi," katanya.

(ma/MA/ant)

Baca Selengkapnya disini ....

Wednesday, January 6, 2010

Price List Apartemen Menara Latumenten

harga terbaru (update 27 Desember 2010):

1 BR (STUDIO) = sold
2 BR = Rp. 233.300.000,-

cara bayar ada 2:

1. Cash bertahap 5X
harga lagsung dibagi rata 5 bulan.

2. KPA lewat bank BTN dan BNI. cicilan dp hanya 4 jutaan/bln


ADA YG KURANG JELAS HUB SAYA AJA:
RIO
085694519031
*harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu

Baca Selengkapnya disini ....

Gedung Tinggi di Jakarta Tahan Gempa

22/10/2009

JAKARTA-Gedung-gedung tinggi di Jakarta relatif lebih tahan gempa dibandingkan dengan gedung di kota-kota lain di Indonesia. Hal ini disebabkan standar pembangunan gedung yang diterapkan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta sangat ketat dalam hal keamanan konstruksi bangunan bertingkat tinggi.

Direktur Utama PT Adhi Realty Giri Sudaryono menjelaskan, standar pembangunan gedung di Jakarta sangat tinggi dan pelaksanaannya diawasi secara ketat oleh sejumlah ahli konstruksi dari berbagai institusi yang tergabung dalam Tim Penasehat Konstruksi Bangunan (TPKB). Bangunan tinggi yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan TPKB dipastikan tidak akan memperoleh izin mendirikan bangunan (IMB) meski sudah dibangun.

“Saya yakin gedung-gedung tinggi seperti perkantoran dan apartemen di Jakarta lebih tahan gempa. Ini karena standar bangunan dan konstruksinya sangat ketat. Peraturan bangunan gedung di Jakarta bahkan diadopsi daerah-daerah lain yang membangun gedung bertingkat,” ujar Giri Sudaryono di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Giri Sudaryono, ada pemahaman yang keliru dari masyarakat yang menilai gedung tinggi lebih rawan gempa dibanding rumah tapak atau bangunan bertingkat rendah. Padahal, kondisi yang ada justru sebaliknya, bangunan tinggi lebih tahan gempa karena komposisi struktur bangunannya lebih kuat dan desainnya juga dirancang cermat oleh para ahli bangunan.

“Bangunan tinggi biasanya lapisan besi bajanya dua lapis. Bahkan di gedung Adhi Graha sampai tiga lapis. Saya jamin gedung ini tahan gempa hingga skala tinggi,” ujar Giri.

Vice President Director & COO Jakarta PT Intiland Development Tbk Suhendro Prabowo juga menjamin bahwa bangunan tinggi di Jakarta lebih tahan gempa dibanding bangunan rendah atau rumah tapak.

“Selama ini tidak ada gedung tinggi yang hancur akibat gempa di Indonesia karena standar bangunannya sangat tinggi. Kerusakan yang terjadi biasanya menimpa rumah tapak atau rumah toko (ruko) yang dibangun tanpa memakai konstruksi yang kuat, sehingga runtuh dan menimpa orang di dalamnya,” kata Suhendro.

Suhendro menyayangkan aturan standardisasi konstruksi bangunan belum mencapai bangunan bertingkat rendah seperti ruko atau rumah tapak bertingkat, sehingga kekuatannya belum terjamin.” Berdasarkan gempa di beberapa daerah, ruko, dan hotel bertingkat rendah yang paling parah kerusakannya. Ini karena aturan standar bangunan tahan gempa baru berlaku pada bangunan bertingkat tinggi,” kata Suhendro.

Berdasarkan data pemerintah provinsi DKI Jakarta, TPKB beranggotakan para ahli yang mewakili institusi perguruan tinggi, asosiasi profesi dan instansi pemerintah daerah yang terkait dengan bidang konstruksi bangunan.

TPKB mempunyai tugas memberikan pertimbangan teknis kepada Gubernur, terhadap perencanaan struktur bangunan tinggi (8 lantai atau lebih atau bangunan dengan basement lebih dari satu lapis).

Namun, menurut Suhendro, masih ada celah pengawasan terhadap bangunan yang tingginya tidak sampai delapan lantai. Padahal, kenyataannya lebih banyak bangunan dengan ketinggian tersebut yang berpotensi rusak akibat gempa. (myu)

Sumber : Investor Daily, Kamis 22 Oktober 2009, Hal.25

Baca Selengkapnya disini ....

blogger templates | modified by www.jasa-bikin-web.blogspot.com