Wednesday, January 13, 2010

Harga Apartemen Indonesia Termurah daripada di Malaysia dan Jepang.

VIVAnews - Harga apartemen di Indonesia paling murah dibandingkan negara lain. Hal itu bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk menanamkan investasi properti di Indonesia.

Menurut Pakar Properti Ferdinand Boedi Poerwoko, harga apartemen per meter persegi di Indonesia US$1.346 atau lebih murah daripada harga di Malaysia yang sebesar US$1.355 per meter persegi.


"Harga ini juga jauh lebih rendah daripada harga apartemen di Jepang yang mencapai US$33.000 per meter persegi. Sehingga, kita masih berprospek pada investasi properti," kata Pakar Properti Ferdinand Boedi Poerwoko pada Property Outlook 2009 di Hotel Atlet Century, Sabtu 2009.

Dia menambahkan, dari segi pengembalian, investasi perumahan di Indonesia paling tinggi yaitu sekitar 10 persen jauh lebih besar daripada harga di negara-negara tetangga seperti Malaysia yang hanya delapan persen dan Vietnam tujuh persen.

Menurut Ferdinand, ada dua jenis kekuatan yang mempengaruhi pasar perumahan, yaitu kekuatan pembeli atau kekuatan pasar. Di mana, kekuatan suplai terjadi saat jumlah suplai lebih sedikit daripada permintaan, sehingga harga akan terkerek naik.

Sedangkan yang terjadi saat ini, dia menambahkan, pembeli memiliki kekuatan lebih besar untuk mengendalikan pasar karena kelebihan suplai properti. "Pada kondisi demikian, kecenderungan harga akan turun," tutur Ferdinand.

Namun, kata Ferdianand, kenyataannya Indonesia mengalami penurunan harga sekitar lima persen sejak triwulan terakhir 2009. Sedangkan harga perumahan di negara lain cenderung stabil. Sehingga, investasi di Indonesia dalam jangka panjang akan lebih menguntungkan.

Meskipun properti terkena dampak resesi di negara maju, dia memperkirakan Indonesia tetap menarik sebagai lahan berinvestasi properti. Faktor pendukung perkembangan properti di antaranya rencana pembangunan infrastruktur jalan tol, pertanian dan energi.

Ferdinand menambahkan, anggaran pemerintah untuk infrastruktur di luar Jawa yang mencapai 70 persen turut mempercepat pertumbuhan properti di luar Jawa.

Menurut dia, secara global pertumbuhan negara Asia seperti China, India, dan Indonesia masih lebih baik daripada Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang sektor keuangannya runtuh.

Di AS dan Eropa, sektor keuangan adalah penunjang utama dan belum jelas seberapa besar kerusakan yang terjadi. "Indonesia akan bertahan karena ekspor terhadap GDP (pertumbuhan domestik bruto) relatif kecil, serta permintaan dalam negeri cukup besar," kata Ferdinand.

Sehingga, Ferdinand menyarankan bagi para investor, saat ini merupakan waktu yang tepat menanamkan investasi properti.
• VIVAnews

Baca Selengkapnya disini ....

Sudah Saatnya Investasi Apartemen

Antique, Anda Nurlaila

VIVAnews - Properti jenis kondominium, perkantoran dan ritel layak digunakan sebagai investasi. Pasalnya, tingkat kapitalisasi yang diperoleh lebih cepat dengan pengembalian per tahun lebih tinggi.

Pakar Properti Panangian Simanungkalit memaparkan, jenis properti apartemen dan residensial memiliki tingkat kapitalisasi (capitalization rate) lebih cepat dan jaminan imbal hasil investasi pada kategori terus meningkat (sunrise).


"Beberapa pengamatan memperlihatkan imbal hasil (yield) sewa apartemen dan kondominium mencapai 10 hingga 11 persen," katanya pada Seminar Smart Investment in Financial Crisis di Marketing Gallery Rasuna Epicentrum Kuningan Jakarta, Rabu malam, 11 Maret 2009.

Dia menambahkan, dari hasil pengamatan pada beberapa jenis properti, nilai imbal hasil sewa rumah menurun berkisar 3 hingga 5. Namun, untuk ritel seperti kios/toko imbal hasil sewa mencapai 5 hingga 9 persen, perkantoran sebesar 7 hingga 10 persen, serta imbal hasil apartemen dan kondominium mencapai 8 sampai 12 persen.

Peningkatan nilai properti, kata Panangian, misalnya diperlihatkan PT Bakrieland Development Tbk dengan imbal hasil 8 hingga 9 persen dalam 11 tahun. "Harga pada peluncuran awal sebesar Rp 2,3 juta/meter persegi tapi sekarang Rp 11 juta/meter persegi atau naik 13 persen. Artinya, properti ini termasuk kategori properti dengan sunrise," tuturnya.

Dia menilai, properti di Indonesia masih sangat terbuka dan memberikan hasil yang menguntungkan, sehingga sebenarnya tidak ada alasan bagi pengembang untuk menunda pembangunan atau investor yang ingin berinvestasi.

Namun, Panangian mengakui, mengenai besarnya suplai yang ada tahun ini tergantung pada lokasi dan jenis suplainya. Jika, suplai properti sejenis yang bertambah di pasaran akan terus menekan harga. "Tapi yang paling penting adalah lokasi. Kalau lokasi strategis akan tetap menarik," ujarnya.

Dia mengatakan, pengembang yang menahan diri dan menunda membangun proyeknya kemungkinannya bisa saja akibat pesimistis melihat pasar atau terbentur masalah keuangan.

Bahkan, bagi perusahaan yang tergantung kepada perbankan, juga agak sulit karena masih tingginya suku bunga. Namun, bagi perusahaan terbuka dan yang memiliki dana, tidak akan menemukan masalah. "Kalau melihat visi jangka panjang, proyek properti akan booming kembali dalam tiga empat tahun," kata Panangian.

Panangian menuturkan, perbankan yang menurunkan suku bunga mengikuti penurunan suku bunga acuan (BI rate) menjadi sangat penting untuk menyadari jumlah kebutuhan properti yang masih sangat besar.

Selain itu, suku bunga yang terjangkau konsumen diperkirakan turut meningkatkan jumlah kredit konstruksi maupun Kredit Pemilikan Rumah (KPR). "Siapa (bank) yang berhasil menurunkan suku bunganya lebih dahulu akan memperoleh keuntungan besar," ujar Panangian.
• VIVAnews

Baca Selengkapnya disini ....

Progress pembangunan apartemen menara latumenten sudah mencapai lantai 2

mantab bos... lagi kerja nih....


nih dari pintu masuk ruko latumenten indah... depan nya persis kantor pemasaran.


wew :)


tuh kan tiga roda.


ayo siapa lagi yang mau pesan. cepat sebelum kehabisan
hub: rio (021 9270 3787 / 089 8871 3234)




Baca Selengkapnya disini ....

Apartemen Jadi Tren Perumahan Bekasi

(Vibiznews - Property)- Apartemen dan rumah susun akan menjadi tren perumahan di Kota Bekasi dalam beberapa tahun mendatang sejalan dengan keinginan warga memiliki rumah di dekat kota serta akses yang mudah ke mana-mana.

Anthoni Rahardjo, salah seorang pengembang apartemen di Kota Bekasi mengatakan Minggu, kawasan Bekasi Selatan yang menjadi sentra perdagangan dan jasa merupakan lokasi yang paling diminati untuk pembangunan dan pemasaran apartemen.


"Kalau perumahan konvensional di lokasi tersebut harganya sudah sangat mahal seperti yang berlokasi di Kemang Pratama dan Taman Galaxy sementara animo warga tinggal di Bekasi Selatan tetap tinggi," ujar pengembang dari PT. Gayaland Prokencana yang kini tengah membangun apartemen Mutiara berlantai 20 di depan pusat bisnis Kota Bekasi itu.

Tidak jauh dari lokasi apartemen tersebut juga tengah dibangun apartemen 20 lantai dengan empat tower oleh Perumnas bekerjasama dengan swasta. Apartemen bersubsidi bagi eksekutif tersebut juga sangat diminati.

Anthoni mengatakan, di apartemen yang dibangun sebanyak 830 unit tersebut kini 80 persen sudah terjual meski kegiatan pembangunannya baru sampai lantai tujuh.

"Pada Juni 2010 apartemen ini sudah selesai dan siap huni. Kita optimis dalam waktu dekat seluruh unit akan terjual habis," ujarnya.

Untuk kawasan ke Bekasi Timur tren apartemen mungkin akan marak 10 tahun ke depan disebabkan pertumbuhan ekonomi dan bisnis di kawasan itu belum sepesat di Bekasi Selatan.

Ketua komisi B DPRD Kota Bekasi, Ronny Hermawan mengatakan, Bekasi sebagai kota pinggiran penyangga kini makin kekurangan lahan sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan pesatnya pembangunan.

Dampak dari makin terbatasnya lahan itu, bermunculannya rumah susun dan bahkan apartemen yang minim lahan tapi mampu menyediakan ruang bagi banyak orang.

"Hampir seluruh kota besar di dunia sekarang cenderungan membangun rumah susun, apartemen dan gedung bertingkat untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan Kota Bekasi mulai mengarah ke sana," ujarnya.

Ia menyatakan, pemerintah kota harus menyiapkan perangkat aturan daerah dalam menghadapi kecenderungan pembangunan rumah susun dan apartemen agar tidak menimbulkan berbagai dampak yang merugikan masyarakat.

Yang sangat diperlukan, menurut politisi dari Partai Demokrat itu adalah analisa mengenai dampak lalulintas, lingkungan serta ketersediaan ruang terbuka hijau, sarana penunjang serta pemakaman.

(mg/MG/ant)

Baca Selengkapnya disini ....

Monday, January 11, 2010

Harga Properti Akan Naik 15-20 Persen

Kamis, 07 Januari 2010 12:20 WIB

(Vibiznews-Property) Harga jual properti di dalam negeri khususnya di Sumatera Utara (Sumut) diperkiikan naik 15 hingga 20 persen menyusul meningkatnya permintaan.

"Kenaikan harga rumah diperkirakan sudah terjadi sejak triwulan II tahun 2010. Kenaikan harga terjadi untuk setiap tipe," kata pengembang di Sumut, Tomi Wistan, di Medan, Kamis.



Kenaikan harga jual properti tahun ini cenderung dipicu oleh permintaan yang mulai membaik, selain ada faktor lain seperti siklus harga yang sudah beberapa tahun terakhir ini harga jual tidak naik maupun kenaikan bahan bangunan seperti besi.

Harga besi misalnya sudah Rp7.000 per kg setelah sebelumnya anjlok tinggal Rp6.500 per kg dari Rp11.500 menyusul banyaknya masuk produk China

Direktur PT Asa Bisnis Center itu, menjelaskan, permintaan rumah yang meningkat itu sendiri dipicu oleh investasi yang dinilai pemodal kurang menarik lagi seperti di pasar saham, valas maupun emas.

"Properti dianggap menjadi instrumen investasi yang lebih menjanjikan tahun ini," katanya.

Apalagi, kata Tomi, suku bunga kredit perumahan tren menurun akibat BI Rate yang juga melemah.

Meski ada kenaikan, BI Rate diperkirakan tidak lagi mencapai angka 9,25 persen setelah dewasa ini turun tinggal 6,25 persen.

"Suku bunga KPR (kredit pemilikan rumah,red) yang berkisar 7,5 -11,5 persen dewasa ini dinilai relatif murah," kata Tomi yang juga menjabat Ketua Kadin Serdang Bedagai, Sumut itu.

Pengamat ekonomi Sumut, Jhon Tafbu Ritonga, menyebutkan, sebagian besar masyarakat memang memilih investasi di properti karena selain dinilai lebih aman juga nilai jualnya pasti naik setiap tahun.

Apalagi, kata Jhon yang Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) itu, kebutuhan rumah masih tinggi.

"Lihat saja, penjualan rumah tetap laku dan naiknya terus harga sewa rumah. Kenaikan harga sewa rumah pun sering menjadi pemicu inflasi," katanya.

(ma/MA/ant)

Baca Selengkapnya disini ....

Wednesday, January 6, 2010

Price List Apartemen Menara Latumenten

harga terbaru (update 27 Desember 2010):

1 BR (STUDIO) = sold
2 BR = Rp. 233.300.000,-

cara bayar ada 2:

1. Cash bertahap 5X
harga lagsung dibagi rata 5 bulan.

2. KPA lewat bank BTN dan BNI. cicilan dp hanya 4 jutaan/bln


ADA YG KURANG JELAS HUB SAYA AJA:
RIO
085694519031
*harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu

Baca Selengkapnya disini ....

blogger templates | modified by www.jasa-bikin-web.blogspot.com