Thursday, January 21, 2010

Hunian di Cina Merangkak Naik

(Vibiznews – Property)- Melihat perkembangan sektor properti di cina di awal tahun 2010 ini terus mengalami kenaikan pada tingkat harga properti. Kenaikan tersebut di dorong dari naiknya tingkat keuntungan (gain) yang mencapai 5,7%. Pada November lalu.


Kenaikan sektor properti juga berimbas pada produk hunian (residential) di Cina. Harga hunian di Cina hingga bulan Desember lalu terus mengalami kenaikan sebesar 7,8% di 70 kota. Kenaikan tersebut tergolong tinggi. Diperkirakan harga tersebut akan terus mengalami kenaikan.

Diketahui rata – rata harga hunian di beberapa kota di cina seperti ; Beijing, Guangzhou, Shanghai mengalami kenaikan sebesar 30% sejak tahun lalu. Dari segi transaksi yang ada, keuntungan transaksi properti di Cina juga mengalami kenaikan hingga sebesar 18%.

Adanya kenaikan tersebut membuat sinyal ke khawatiran tersendiri dimana dikhawatirkan timbul ketidak puasan para pekerja yang belum mempunyai rumah sehingga muncul gejala sosial. Melihat perkembangan properti di cina yang cukup pesat ternyata sektor tersebut menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi negeri tersebut. Bahkan beberapa analis memperkirakan jika real estate Cina tumbuh secara alami akan sebanding dengan 10 % pertumbuhan ekonomi. Jadi sektor properti akan terus menjadi perhatian pemerintah cina Begitu juga pada produk hunian (residential).

(mg/MG/VBN)

Baca Selengkapnya disini ....

Wednesday, January 20, 2010

Wednesday, January 13, 2010

Tips Rahasia Untung Investasi di Properti

VIVAnews - Pengamat properti Panangian Simanungkalit mengungkapkan sejumlah kiat untuk investasi properti.

"Ada beberapa rahasia investasi di properti," ujar Panangian dalam presentasi yang akan disampaikan dalam seminar Smart Investment in Financial Crisis di Rasuna Epicentrum pada pukul 18.00 malam ini di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2009.


Menurut Panangian, rahasia itu mencakup soal waktu, lokasi dan pembiayaannya.

Dari sisi waktu, pembelian akan menguntungkan jika dilakukan pada saat buyer's market atau saat harga jatuh. Kemudian penjualan dilakukan pada saat sellert market atau harga sedang tinggi.

Saat harga sedang miring merupakan saat yang tepat untuk membeli properti. "Itu terjadi pada saat properti masih sedang pra-konstrkrusi atau saat launching produk," ujarnya.

Soal lokasi, dia menyarankan memilih lokasi yang dekat dengan area pusat bisnis, mempunyai akses yang bagus terhadap pusat kota dan area bisnis.

Sedangkan, soal pembiayaan, Panangian menyarankan agar konsumen memilih pinjaman dengan suku bunga tetap jika tren suku bunga dalam lima tahun ke depan akan meningkat. "Jika suku bunga akan turun, sebaiknya pilih pinjaman dengan suku bunga mengambang."
• VIVAnews

Baca Selengkapnya disini ....

Harga Apartemen Indonesia Termurah daripada di Malaysia dan Jepang.

VIVAnews - Harga apartemen di Indonesia paling murah dibandingkan negara lain. Hal itu bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk menanamkan investasi properti di Indonesia.

Menurut Pakar Properti Ferdinand Boedi Poerwoko, harga apartemen per meter persegi di Indonesia US$1.346 atau lebih murah daripada harga di Malaysia yang sebesar US$1.355 per meter persegi.


"Harga ini juga jauh lebih rendah daripada harga apartemen di Jepang yang mencapai US$33.000 per meter persegi. Sehingga, kita masih berprospek pada investasi properti," kata Pakar Properti Ferdinand Boedi Poerwoko pada Property Outlook 2009 di Hotel Atlet Century, Sabtu 2009.

Dia menambahkan, dari segi pengembalian, investasi perumahan di Indonesia paling tinggi yaitu sekitar 10 persen jauh lebih besar daripada harga di negara-negara tetangga seperti Malaysia yang hanya delapan persen dan Vietnam tujuh persen.

Menurut Ferdinand, ada dua jenis kekuatan yang mempengaruhi pasar perumahan, yaitu kekuatan pembeli atau kekuatan pasar. Di mana, kekuatan suplai terjadi saat jumlah suplai lebih sedikit daripada permintaan, sehingga harga akan terkerek naik.

Sedangkan yang terjadi saat ini, dia menambahkan, pembeli memiliki kekuatan lebih besar untuk mengendalikan pasar karena kelebihan suplai properti. "Pada kondisi demikian, kecenderungan harga akan turun," tutur Ferdinand.

Namun, kata Ferdianand, kenyataannya Indonesia mengalami penurunan harga sekitar lima persen sejak triwulan terakhir 2009. Sedangkan harga perumahan di negara lain cenderung stabil. Sehingga, investasi di Indonesia dalam jangka panjang akan lebih menguntungkan.

Meskipun properti terkena dampak resesi di negara maju, dia memperkirakan Indonesia tetap menarik sebagai lahan berinvestasi properti. Faktor pendukung perkembangan properti di antaranya rencana pembangunan infrastruktur jalan tol, pertanian dan energi.

Ferdinand menambahkan, anggaran pemerintah untuk infrastruktur di luar Jawa yang mencapai 70 persen turut mempercepat pertumbuhan properti di luar Jawa.

Menurut dia, secara global pertumbuhan negara Asia seperti China, India, dan Indonesia masih lebih baik daripada Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang sektor keuangannya runtuh.

Di AS dan Eropa, sektor keuangan adalah penunjang utama dan belum jelas seberapa besar kerusakan yang terjadi. "Indonesia akan bertahan karena ekspor terhadap GDP (pertumbuhan domestik bruto) relatif kecil, serta permintaan dalam negeri cukup besar," kata Ferdinand.

Sehingga, Ferdinand menyarankan bagi para investor, saat ini merupakan waktu yang tepat menanamkan investasi properti.
• VIVAnews

Baca Selengkapnya disini ....

blogger templates | modified by www.jasa-bikin-web.blogspot.com